Kamis, 08 Agustus 2019

Obsesi Media Menggapai Suksesi



Obsesi Media Menggapai Suksesi

Semua orang bisa dipastikan mempunyai obsesi (cita-cita). Obsesi bukan hanya terkait dengan sebuah profesi namun lebih dari itu obsesi adalah tujuan hidup (ghoyatu al-hayatu).  Seperti halnya, penulis menanyakan kepada puteri-puterinya obsesinya, anak pertama ingin menjadi enterpreneur sukses sehingga ia mengikuti tes kuliah di UAD (Universitas Ahmad Dahlan)Yogyakarta program studi Manajemen Ekonomi alhamdulillah dalam pengumuman kemarin ia berhasil lulus dan diterima menjadi mahasiswi di UAD tersebut.

Sementara puteri kedua penulis obsesinya ingin menjadi seorang dokter, kemarin ia kita ajak rihlah ilmiah dibeberapa pesantren dan kampus negeri di Jawa Timur untuk mengenalkan lembaga pendidikan kepadanya. Namun seorang muslim tentunya akan memempatkan obsesinya ditempat yang paling mulia dan paling tinggi yaitu ingin menggapai keridhoaan Allah SWT.

Minggu kemarin, penulis diundang seorang profesor dan doktor dosen Universitas Brawijaya untuk meruqyah putera pertamanya yang menjadi lulusan terbaik program magister di UNIBRAW Malang.

Sebelum proses ruqyah di mulai, penulis menggunakan pendekatan persuasif untuk mengorek sedikit data pribadinya.

"Mas, kenapa kamu tidak melanjutkan program doktor seperti halnya kedua orang tuanya?" tanya penulis. "Tidak penting ust, karena tidak ada yang linier dengan pekerjaan saya" jawabnya.

"Loh, masak kuliah doktor tujuan utamanya untuk pekerjaan?" sergah penulis kepadanya.

Kemudian penulis sedikit memberikan pengarahan (direkting) kepadanya agar tujuan utama mencari ilmu itu adalah semata-mata mencari ridho Allah (ibtighoo'i mardhatillah), dan menghilangkan kebodohan (lidaf'i al-jahli) bukan yang lain seperti yang sudah di sinyalir oleh hujjatu al-islam al-imam Ghazali dalam kitab ihya ulumuddin bab ilmu.

Setelah itu, ketika kita berbincang hangat dengan keluarga besarnya di ruang tamu, tiba-tiba ia melontarkan pertanyaan,

"Saya ini tidak perlu diruqyah, saya ini sudah dilindungi oleh Allah SWT." tuturnya.

"Apa indikatornya kamu mendapat perlindungan Allah?"  tanya penulis.

"saya tidak pernah kesurupan" jawabnya enteng.

"Belum tentu.! karena orang yang akan ditolong oleh Allah itu, manakala ia menolong kebahagian orang tuanya, agar kamu di lindungi oleh Allah berbaktilah kepada kedua orang tuanya dan bahagian mereka dengan segera menikah agar keduanya bahagia, insyaallah kamu dilindungi Allah SWT." jawab penulis sembari mengutib sebuah hadits Rasulullah saw.

"Allah akan menolong hamba-Nya, sepanjang ia mau menolong (kebahagian) saudaranya (orang tuanya).

Manfaat mempunyai obsesi itu sebagai berikut,

Pertama, hidup lebih terarah. Artinya, orang yang mempunyai obsesi tahu arah hidupnya, tahu tujuan belajarnya, tahu tujuan pendidikannya.

Kedua, mentalitasnya terasah. Artinya, orang yang punya obsesi mentalnya akan kuat menghadapi berbagai hambatan dan aral yang merintanginya.

Ketiga, terus belajar. Artinya, orang yang punya obsesi akan berusaha meningkat kemampuannya agar obsesinya bisa digapai. Yaitu dengan terus belajar tanpa henti. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad,

"Carilah ilmu dari buaian ibu sampai keliang lahat"

Alhamdulillah penulis masih belum pernah beriatirahat mencari ilmu mulai lahir sampai sekarang kendatipun sudah selesai dan lulus program doktor. Kini penulis fokus dan konsentrasi untuk menggapai guru besar (profesor). Semoga.

Mengejar obsesi yang kita inginkan sudah pernah disinyalir oleh Rasulullah saw.

"Ketika saya memukul itu, ditampakkanlah kepada saya kota Kisra Persia dan sekitarnya serta sejumlah kota besarnya hingga saya melihatnya dengan kedua mata saya."

Hal ini dikuatkan oleh statemen ulama,

"Gantungkan obsesi kalian di atas bintang Soraya, kendatipun kaki-kaki kalian menginjak bumi.

Oleh karena itu, jangan sampai berhenti untuk bermimpi, karena kejadian hari merupakan rangkaian obsesi kita sebelumnya. Penulis bisa mampu menyelesaikan program pendidikan Doktor karena obsesi besar yang dibangun sebelumnya, dimana teman-teman penulis takut untuk bermimpi saat itu, alasanya karena terlalu tinggi.

Jadi, jangan takut bermimpi. Sebab, jika Allah berkehendak, apapun pasti terjadi, termasuk penulis bisa menggapai gelar Doktor kendatipun hanya anak dari tukang Becak.

 Namun, jangan lupa juga kita niatkan penggapaian cita-cita ini sebagai ibadah kepada Allah SWT,

"Dan Aku menciptakan Jin dan Manusia agar beribadah kepada-Ku. (QS.al-Zariat:56)

Dr. Saeful Kurniawan, M.Pd.I 08 Agustus 2019

Pengertian Esatoris Melalui Hikmah Membaca al-Quran



Pengertian Esatoris Melalui Hikmah Membaca al-Quran

Rasulullah saw berdabda,

"Sebaik-baik kalian, adalah orang yang belajar al-quran dan dan mengajarkannya."

Sedikit penulis ingin membedah tentang pemahaman energi motivasi yang dihasilkan dari ayat-ayat al-qur'an, khususnya surat al-ikhlas, al-falaq, an-naas, al-fatihah, dan ayat kursi.

Kekuatan energi disini yang dimaksud di sini bukan tenaga dahsyat yang dapat melumpuhkan lawan ketika berkelahi, namun energi yang tersimpan dalam isi batin al-qur'an, dan penghayatan mendalam dapat memberikan motivasi tunggal untuk menuju kesetian hidup seseorang.

Penulis bulan kemarin kedatangan salah seorang guru di Pecalongan karena sulit mencari jodoh, memang ada beberapa laki-laki yang mencoba mengkhidbahnya, kendati demikian putus ditengah jalan. Artinya, seolah-olah ada penghalang (energi negatif) yang meliputi dirinya yang menyebabkan orang laki-laki enggan melanjutkan hubungannya.

Penulis mencoba meruqyahnya dengan membaca ayat-ayat al-quran dan doa ma'tsur dari Rasulullah saw spontan ia pingsan dan menangis tersedu-sedu.

Setelah selesai penulis memberikan arahan (direkting) agar jangan larut dalam kesedian dan selalu ingat kepada Allah SWT (dzikir).

Alhamdulillah wa syukurillah bi idznillah, kemarin ia telfon penulis mau silaturahim kerumah untuk mengantarkan surat undangan walmatul ursyinya. Subhanallah, penulis turut bahagia sekali pasalnya ia bisa menemukan pasangan hidupnya yang selama ini acapkali putus ditengah jalan.

Dalam konteks ini, Allah berfirman:

"Sesungguhnya Jin itu bisa memisahkan (menghalang)-halangi hubungan suami isteri."

Hal ini seperti komentar salah satu orang yang pernah diruqyah,

"Alhamdulillah ust
 Saiful...setelah saya minum air ruqyah yang dibacakan ayat al-Quran via hand phone (Hp) jarak jauh saya mulai mual dan muntah-muntah setelah itu sekujur tubuh saya ringan dan sangat enteng sekali serta langsung tidur nyenyak dan pulas yang sebelumnya tidak bisa tidur sama sekali" ungkapnya.

Secara praktis dan analisis logika manusia tidak masuk akal (irrasional), karena bagaimana mungkin  ayat al-quran yang hanya dibaca bisa menyembuhkan penyakit tidak bisa tidur (imsomnia). Inilah pembuktian takwil esoteris, yakni suatu wilayah dalam ayat al-quran yang dapat mengantarkan pada kekuatan-kekuatan gaib (supranatural).

Hal ini juga diperkuat oleh statemen Allah SWT.

"Dan kami menurunkan al-quran itu sebagai obat."

Oleh sebab itu, seyogyanya umat islam membudayakan membaca al-quran yang tujuannya disamping hal tersebut titah ilahi dan nabi juga membaca al-quran mampu membentengi diri dan keluarga dari kekuatan gaib yang negatif.

Belajar Dari Bapak Sugeng Yang Tangguh


Belajar Dari Bapak Sugeng Yang Tangguh

Seusai membeli asesoris mobil di Situbondo, penulis mampir di warung lecil samping Jembatan untuk sekedar mengganjal perut yang sudah mulai keroncongan, menariknya lagi warung tersebut menjual kue tradisional khas makan masyarakat Bondowoso namanya "luk khuluk". Luk khuluk ini terbuat dari ketela yang ditumbuk halus dan didalamnya diisi dengan gula aren yang buat bulat. Sungguh kue tersebut menggoda selera, pasalnya penulis sangat doyan sekali waktu mondok di pesantren al-Utsmani karena hematisasi sebagai ganti dari makan nasi.

Tidak seberapa lama, datanglah seorang laki-laki yang sudah renta sekali kisaran umur 90 tahunan. Ia kelihatannya sangat lapar sekali kendatipun ditahan karena tidak memiliki cukup uang.

Penulis mencoba menyapa dan mendekatinya sembari bertanya,

"Embah ini dari mana?tanyaku. "Dari Banyuangi" jawabnya singkat.

Akhirnya, kita mengobrol lama sekali mengenai sejarah hidupnya dan anak-anaknya.

Singkat cerita, ia pernah menikah dengan seorang perempuan dan dikarunia tiga orang anak setelah isterinya meninggal dunia saat persalinan anak yang nomer tiga.

Menjelang beberapa tahun kemudian, ia menikah lagi dengan seorang perempuan dan dikarunia satu orang anak lagi namun, lagi-lagi pasca persalinannya isteri yang nomer dua meninggal dunia juga.

Selama ia ditinggal mati oleh kedua isterinya, ia yang bertindak sebagai ayah sekaligus ibu untuk mengasuh keempat anak-anaknya.

Beberapa tahun kemudian, anak-anaknya ada yang sudah menikah dapat jodoh orang Sulawesi, Bali, Banyuangi dan Chiret Cermee Bondowoso. Puteri bungsunya itu mendapatkan suami dari Bondowoso yang berprofesi sengai guru Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kendati demikian, ia tidak mau tinggal dirumah anak-anaknya, alasan simpel sekali...Ia tidak mau membebani anak-anaknya apalagi sembako mulai beranjak naik.

Subhanallah, sungguh sosok ayah yang HEBAT sekali, kenapa demikian? coba bayangkan ia sudah ringkih, sakit-sakitan dan menempati gubuk kecil dipinggir jalan milik orang lain.

Penulis menawarkan diri,

"monggo silahkan bapak! mau pesan apa?" tanyaku lagi.

"saya belikan nasi saja, soalnya saya mulai kemarin belum makan." tuturnya.

"Ibu, tolong mbah ini, berikan nasi biar saya yang bayar". Bilangnya penulis kepada ibu yang punya warung tersebut.

Ternyata, setelah penulis korek lebih dalam lagi ia jarang makan, karena ia tidak ingin membebani anak-anaknya.

Hikmah dari cerita diatas, kita sebagai anak harus tahu betul terhadap kebutuhan orang tua kita, acapkali mereka menyembunyikan kebutuhannya karena ia tidak ingin dan malu untuk memberitahukan kepada kita selaku anak-anaknya.

Oleh karena itu, jika kita ingin diperlakukan baik oleh anak-anak kita dimasa depan maka, perlakukan anak-anak kita dengan baik mulai dari sekarang.

Pepatah madura mengatakan,

"Bhendeih, jhe' kabhendeh...."

Artinya, anak kita berikan modal uang untuk mencari ilmu setinggi mungkin, bukan dieksploitasi tenaganya untuk mencari uang demi memenuhi kepentingan kita selaku orang tua.

Dr. Saeful Kurniawan, M.Pd.I 08 Agustus 2019

Urgensitas Motivasi Dalam Institusi Pendidikan





Urgensitas Motivasi Dalam Institusi Pendidikan

SMKN 01 Grujukan tadi siang mengundang penulis untuk menjadi motivator kepada peserta didik dan walinya, mengingat menghadapi program praktek lapangan. Motivasi merupakan kondisi atau energi yang mampu menggerakkan semua elemen warga sekolah agar terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan program sekolah. Sikap mental para peserta didik yang didukung oleh orang tuanya yang positif terhadap lingkungan sekolah yang bisa memperkuat motivasi orang tua untuk senantiasa bersemangat mendukung terhadap program sekolah.

Prinsip motivasi orang tua peserta didik, yaitu:

Pertama, prinsip partisipasi, artinya dalam motivasi kerja, orang tua perlu kiranya dilibatkan dalam mengambil sebuah keputusan. Penulis tadi waktu menjadi motivator memberikan kesempatan kepada mereka untuk urun rembuk dalam mendidik anak-anaknya.

Kedua, prinsip komunikasi, kepala sekolah SMKN 01 Grujukan bapak Bambang Sucipto, M.Pd tadi mengkomunikasikan kepada wali murid segala sesuatunya yang berkaitan dengan program sekolah kedepan.

Ketiga, prinsip mengakui andil stake holder yang lain, penulis menekankan kepada semua pihak agar ikut andil dalam usaha pencapaian tujuan, baik orang tua, peserta didik, dan pihak sekolah. Ketiga elemen tersebut harus bersinergi guna untuk menggapai tujuan.

Keempat, prinsip pendelegasian wewenang, yaitu penulis meminta kepada kepala sekolah untuk memberikan otoritas penuh kepada petugas yang punya kapasitas dan kapabilitas.

Kelima, prinsip memberi perhatian, penulis meminta kepada orang yang punya otoritas untuk memberikan perhatian ekstra agar mereka termotivasi untuk mendukung programnya.



Dalam acara tersebut, penulis menyampaikan:

" Untuk sukses didunia harus punya ilmu, dan untuk sukses diakhirat harus juga punya ilmu." tuturnya, sambil mengutip hadits nabi Muhammad saw.

Pemberian motivasi memang sudah dicontohkan oleh Rasulullah ketika memimpin perang. Allah SWT. menyuruhnya untuk mengobarkan semangat juang bagi orang mukmin. Rasulullah diperintah untuk membakar semangat supaya pasukannya mempunyai ghirah  dalam peperangan, sebagaimana  firman Allah SWT.:

"Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukminin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang bersabar diantara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh." (QS.al-Anfal:65).



Motivasi dalam pengembangan pendidikan mempunyai peran sangat penting. Alhamdulillah, penulis mampu membakar semangat peserta didik dan walinya di SMKN 01 Grujukan.

Seperti apa yang telah dilakukan Rasulullah ketika mengobarkan semangat juang pasukannya dalam peperangan. Kalau mereka kalah pada peperangan itu akan mengakibatkan kehancuran umat di dunia sampai akhirat.

Oleh karena itu, seorang leaders dalam konteks pengembangan pendidikan harus mempunyai kemampuan motivator ulung dalam mengobarkan semangat guru, peserta didik dan walinya agar ketiga-tiganya berjalan seirama yang bisa membuat ritma kerja yang utuh dan totalitas.

Pemaknaan motivasi pada kerangka ini sebagaimana yang disampaikan oleh Michael Amstrong bahwa,

"a motive is a reason for doing something. Motivation is concerned with the faktor that influence people to behave in certain ways. Motivation other people is about getting them to move in the direction you want them to go in order to achieve a result. (Michael Amstrong, Amstrong's Handbook of....hlm.203).



Jadi motivasi itu mempengaruhi semua komponen institusi pendidikan untuk mencapai tujuan bersama, artinya penulis diminta menjadi motivator kemarin tujuan utamanya merupakan pendorong agar wali murid bisa mempunyai semangat tinggi untuk melakukan kegiatan program sekolah guna mencapai tujuannya.

Dr. Saeful Kurniawan, M.Pd.I 07 Agustus 2019

Selasa, 06 Agustus 2019

Dr.Habib Segaf Baharun, M.HI, Sang Guru Mu'allif Sholawat Busyro

Kiri : Dr.Habib Segaf Baharun, M.HI, Kanan : Dr.Saeful Kurniawan,S.Pd.,M.Pd.I


Dr.Habib Segaf Baharun, M.HI, Sang Guru Mu'allif Sholawat Busyro


Dr. Habib Segaf Baharun, M.HI, adalah adik dari al-Habib Zain Baharun mudirul ma'had Darullughah wa al-Da'wah dari pasangan pendiri pesantren Dalwa Raci Bangil Pasuruan, yaitu al-Marhum al-Maghfurlah al-Habib  Hasan bin al-Habib Ahmad Baharun dan al-Hubabah as-Syarifah Khodijah binti al-Habib Muhammad al-Hinduan.

Saat ini, beliau menjabat sebagai rektor IAI Darulluhgoh wa al-Da'wah (Dalwa) dan pengasuh pondok pesantren puteri Dalwa Raci Bangil Pasuruan. Disamping itu juga, beliau mendirikan pondok pesantren Tahfidz al-Qur'an di luar pondok pesantren Dalwa. 

Diluar kesibukannya mendidik pesantrennya beliau juga aktifis dakwah di beberapa tempat baik lokal ataupun interlokal bahkan internasional. Beliau yang menggagas pengajian al-Busyro yang sering ditayangkan secara live di tv9 dan mengisi acara pengajian interaktif di stasiun televisi swasta di Indonesia. Tahun kemarin beliau menjadi pembicara dalam pengajian umum yang ditayangkan oleh tvone bersama dengan para muballigh nasional dan para habaib di Indonesia.

Beliau adalah teman satu angkatan penulis program doktor di pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tapi berbeda program studi (prodi), beliau mengambil jurusan PBA (program bahasa arab) sementara penulis mengambil jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan sama-sama lulus dengan yudisium cumlaude.

Namun disamping teman, beliau juga guru penulis dan mu'jiz (pemberi ijazah)  sholawat busyro yang beliau dapat langsung dari Rasulullah saw. Beliau menyampaikan dan memegang tangan penulis sembari mengatakan,



"Ana punya sholawat busyro, hadiah langsung dari Rasulullah untuk antum ust. Saiful"  tuturnya, sambil menuntun bacaan sholawat busyro kepada penulis di dalemnya KH.Ghazali Utsman saat beliau menjadi pembicara dalam acara Haflah Imtihan pondok pesantren al-Utsmani Beddian Jambesari Darussholah Bondowoso sambil menyodorkan dua buah buku yang berjudul "Ciri-ciri Orang Sholeh" karya beliau sendiri setebal 534 hal. sebagai hadiah kepada penulis dan KH.Ghazali Utsman.

Setelah itu, beliau menyampaikan faidah bacaan sholawat busyro tersebut kepada penulis, diantaranya yaitu:

Pertama, jika istiqomah membaca sholawat tersebut akan dilancarkan rizkinya.

Kedua, akan membawa kebahagian dan kesenangan.

Ketiga, melancarkan semua urusan.

Keempat, mengabulkan segala hajat.

Kelima, tergantung niat.

Beliau juga menganjurkan kepada penulis,

"Ust. Saiful...anjuran dari Rasulullah sholawat busyro ini dibaca 41 kali setiap selesai sholat subuh." tandasnya sambil kita melanjutkan dialog dan diskusi Disertasi kita masing-masing.

Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad saw riwayat Ibnu Mardawiyah dan Abu Hurairoh yang penulis baca dikitab "al-Jaami'u al-Shoghir" karya imam Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakar al-Suyuthi hlm.45 baris ke tujuh dari bawah,

"Bersholawatlah kepadaku, niscaya Allah bersholawat kepada kalian."

Sabda yang lain, yang diriwayatkan Ibnu Umar:

"Bersholawatlah kepada para Nabi dan utusan Allah, karena sesungguhnya Allah SWT mengutus mereka sebagaimana Allah mengutusku."

Sejak penulis mendapatkan ijazah sholawat busyro tersebut maka sejak itu juga penulis dengan istiqomah membaca sholawat busyro sebanyak 41 kali, dan alhamdulilah selama proses pendidikan doktor diberikan kemudah oleh Allah SWT diluar nalar manusia baik dari segi penyelesaian akademik ataupun finansial yang bersifat sistemik.



Kemarin kami sekeluarga mengadakan rihlah keluarga dan road show mulai dari pesantren Sidogiri, Pascasarjana UIN Malang, rumah Prof. Dr. H. Muhammad Djakfar, M.Ag Unibraw Malang, dan kediaman Dr. Habib Segaf Baharun. Kami sebelumnya memang sudah janjian sama beliau untuk sowan hari minggu pagi jam 8. Malamnya kami menginap di kediaman ust. Imaduddin wakil rektor 1 IAI Dalwa. 

Jam 8 pagi, kami menuju kediamannya langsung disuguhi sarapan pagi dan ditemui oleh beliau sambil berkata,

"Afwan ust Saiful, ana baru datang tadi malam dari Jakarta, subuh langsung ngisi pengajian di masjid Bangil dan sekarang bersiap langsung berangkat ngisi pengajian di Banjarmasin." Tuturnya, sambil kita berbincang hangat dan diskusi tentang kondisi keberagaman di kota Bangil.

"Alhamdulillah, pengajian kami ust. Saiful....no politik, no mony, no kepentingan. Murni ingin membahagiakan hati Rasulullah, sehingga jamaahnya sangat beragam dan heterogen mulai dari NU, Muhammadiyah, Syiah, al-Irsyad, Persis, dan ormas islam lainnya." tuturnya, karena menurutnya Bangil termasuk Gazanya Indonesia.

Subhanallah, sungguh beliau mempunyai mobilitas yang sangat tinggi sekali. Usia beliau diwaqafkan untuk umat yang rahmatan lil 'alamin. Semoga senantiasa  beliau diberikan panjang umur yang barokah dalam mendidik kami semua dan menyatukan umat yang saat ini mulai berpecah belah.

Dr. Saeful Kurniawan, M.Pd 5 Agustus 2019

Jumat, 02 Agustus 2019

KH. Ahmad Shinqithy Djamaluddin, Sang Mu'allif.


Tengah "KH. Ahmad Shinqithy Djamaluddin"
KH. Ahmad Shinqithy Djamaluddin, Sang Mu'allif


KH.Ahmad Shinqithy Djamaluddin mengadakan rihlah ilmiah mulai dari orang tuanya sendiri KH. Djamaluddin dan kakeknya KH.Abdul Shomad mulai dari pendidikan al-Quran dan kitab Safinatu al-Najahi, Sullamu al-Taufiqi, dan kitab Bidayatu al-Hidayah.

Setelah itu, melanjutkan studi ilmiahnya di pesantren al-Amin Madura, pesantren Nurul Jadid Probolinggo, pesantren modern Gontor, dan terakhir beliau mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studinya di Makkah al-Mukarromah program Daurah Daa'iyah yang diselenggarakan oleh  lembaga Internasional Rabitha al-Alam al-Islamiy pada tahun 2003 silam.

Maka tidak heran jika beliau sangat menguasahi gramatika arab dan kaya akan mufradat bahasa arab. Sehingga beliau mampu berkarya yang menerbitkan beberapa karya ilmiah baik yang berbahasa arab atau berbahasa Indonesia.


penerjemah kitab Sunan Abu Daud



Penulis waktu bertugas mengajar di pesantren Miftahul Ulum satu Jebung Kidul pernah bersilaturrahim kekediamannya, subhanallah, beliau sibuk menyelesaikan ketikannya karena ada deed line dari penerbit buku.

Disamping itu juga, beliau tidak hanya mahir didunia jurnalistik tapi juga menguasai kutub al-turats (kitab klasik). Tahun kemarin penulis mengadakan roud show terhadap beberap tokoh di Bondowoso, agenda utamanya disamping bersilaturahim juga mewawancara mereka dalam menyelesaikan penelitian kolektif yang diadakan oleh kampus STAI at-Taqwa Bondowoso.


Penulis menanyakan tentang topik Gadai Perspektif Hukum Islam terhadapnya, beliau berkata,

"Itu ada dikitab syarah Bukhari ust..."tuturnya, sambil beranjak dari tempat duduknya dan bergegas menuju tak bukunya yang berada di ruang tamu.

Subhanallah, penulis di kagum oleh beliau, bagaimana tidak? pasalnya, beliau hafal nama kitab, bab, dan halamannya.

Penulis menulis pernah bertanya, mengapa masih aktif menulis? jawaban beliau adalah:

Pertama, dalam skala kecil kita bisa membina, mengajar, dan mendidik rohani kepada siapa saja, baik dalam lembaga ataupun masyarakat.

Kedua, dalam skala besar untuk lebih memaksimalkan ilmu agama agar dipelajari oleh masyarakat luas, maka diperlukan buku-buku Islam yang berbahasa arab ataupun berbahasa Indonesia.

Sejak tahun 1985 beliau selalu memanfaatkan waktu luangnya untuk menulis. Diantara karya yang cukup spektakuler adalah,:

1. Menuju Kesatuan Paham Tentang Madhab. Penerbit: Bina Ilmu di Surabaya.

2. Bingkisan Seberkas 77 Cabang Iman. Penerbit:Amar Press di Surabaya.

3. Ilmu Tauhid Matematika Iman, Ulama Psrspektif  Syi'ah dan Jumhur. Penerbit: al-Ikhlas di Surabaya.

3. Sunan Abi Daud. Penerbit:as-Syifa' di Semarang.

4. Kunci Rahmat. Penerbit: Iman Bela Printing di Madura.

5. Peran Islam Era Iptek, Kepribadian Islam dalam Kancah Modernisasi, Strategi Islam Dalam Pertentangan Berbagai Ideolgi Dunia, Membantah Kebohongan Orientalis Tentang Poligami Rasulullah, Hadits Rasulullah dan Keragaman Para Pakarnya, Menuju Kesatuan Pengertian Tentang Hukum Islam, dan Bekal Kultum Ramadhan. Penerbit: Risalah Gusti di Surabaya. dan karya-karya yang lain yang belum terlacak oleh penulis.

Filosofis hidup beliau,

Sabar dan doa adalah modal utama dalam sebuah perjuangan. Gagal hal biasa, berusaha untuk menggapai obsesi dengan penuh kesabaran  adalah hal yang sangat luar biasa.

Disamping itu beliau selalu berpedoman pada pesan gurunya, KH. A. Sahal:

" Cintailah apa yang kamu kerjakan dan jangan mencintai pekerjaan" .

Beliau sukses menderikan pondok pesantren al-Fatah di Pecalongan karena faktor usaha keras dan kesabarannya dalam menghadapi problematika hidup.

Korelasi Jihad Dengan Pendidikan



Korelasi Jihad Dengan Pendidikan

Ada beberapa pandangan mengenai tentang Jihad. Beragam pandangan dalam memaknai sejatinya jihad. Ada sebagian kelompok yang salah mengartikan Jihad. Ini mungkin disebabkan oleh seringkalinya kata itu terucapkan pada saat terjadinya kontak senjata sehingga hal-hal yang bersifat tindakan fisik dianggap Jihad. Kesalahan tersebut disuburkan dengan adanya terjemahan keliru terhadap ayat al-Qur'an, menyinggung topik jihad, dengan kata anfus dan harta benda.

Kata anfus seringkali diterjemahkab dengan "jiwa". Terjemahan al-Quran  oleh Departemen Agama diartikan demikian, misalnya QS.8:72;49:15, walaupun ada juga yang menterjemahkan dengan "diri" (QS.9:88).

Ada sekitar 40 kali kata jihad disebut dalam al-Quran dengan beragam bentuknya.

Sejatinya, makna jihad itu bermuara pada "mencurahkan segala power diri" atau "menanggung pengorbanan."

Mujahid adalah orang yang mencurahkan seluruh kemampuannya dan berkorban dengan nyawa atau tenaganya, pikiran, emosi, kesungguhan, obsesi tinggi, dan apa saja yang mampu menghantarkan diri manusia kejenjang yang ia inginkan.

Sementara jihad adalah cara untuk mencapai tujuan. Jihad tidak mengenal, pesimis, penakut, lesu, dan menunggu uluran tangan orang lain (pemerintah).

Penulis mencoba  berjihad melalui jalan pendidikan sampai tuntas. Pasalnya, penulis dalam menempuh penyelesaian doktornya banyak aral yang melintang untuk menggagalkannya, mulai dari cemoohan orang sekitar yang tidak punya nyali untuk menempuh studi lanjutan, terbatasnya finansial, dan ancaman maut karena setiap malam sabtu penulis  berangkat ke pasca sarjana UIN Malang naik bus yang sewaktu-waktu nyaris terjadi kecelakaan lalin (lalu-lintas).

Beragam jihad bisa dilakukan, misalnya para akademisi melanjutkan studi pendidikannya sampai selesai sehingga ilmunya bisa mengalir deras kepada orang yang membutuhkannya.

Sementara buah jihad karyawan adalah pelayanannya terbaik (customer cervis), guru pendidikannya yang sempurna, pemimpin (leaders) adalah ketegasan dan keadilannya, enterpreneur adalah kejujurannya, demikian seterusnya.

Indonesia sebelum merdeka, boleh jadi jihad berupa terenggut  nyawanya. Namun sekarang, sejatinya bukan ikut berperang di negara lain, misalnya ikut berperang di Iraq, Suriah, Yaman dan negara-negara konflik lainnya akan tetapi jihad harus membuahkan terpeliharanya jiwa, mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab, dan membangun SDM yang melalui pendidikan sehingga mampu menyongsong dan bersaing di era revolusi industri 4.0.

Seperti halnya firman Allah SWT.,

"Apakah kamu menduka akan masuk Surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang berjihad diantara kamu, dan belum nyata pula yang tabah?..." (QS.3.142).

Semoga beliau di anugerahi panjang umur yang barokah karena kita masih butuh nasehat dan petuahnya yang dituangkan dalam karya fenomenalnya di era revolusi industri 4.0.


Dr. Saeful Kurniawan, M.Pd  2 Agustus 2019

Esensi Menyambut Tahun Baru Islam

Esensi Menyambut Tahun Baru Islam Oleh: Dr. Muhammad Saeful Kurniawan, S.Pd., M.Pd.I Masa Rasulullah saw Islam hanya memi...